Arditachayo's Personal Blog

Hujan kok Dilarang???

Posted by: arditachayo on: Desember 26, 2009

Hujan adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah pada manusia. Hujan yang turun bisa dimaknai sebagai rahmat ataupun azab kehendak dari Allah SWT. Seperti yang difirmankan Allah dalam surah Al Baqarah 22:

“(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah – buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui”.

Di Indonesia sendiri hujan biasanya turun pada bulan Oktober sampai dengan mei. Tetapi karena seiring perubahan iklim global yang terjadi saat ini, hujan pun sering turun bukan pada musimnya. Walhasil orang-orang yang tinggal di daerah rawan banjir pun harus mengungsi setiap tahunnya jika genangan air memasuki tempat tinggal mereka. Bagi sebagian orang yang sedang mempunyai hajatan pernikahan, hujan merupakan salah satu kendala berlangungnya acara. Apalagi di kota-kota besar yang sedang marak menggelar pernikahan di luar ruangan. Tak jarang untuk mengatasi hal tersebut penyelenggrara hajatan biasanya menyewa pawang hujan.

Namanya Ki Seno, salah seorang pawang hujan di Jakarta. Selama belasan tahun beliau sudah menggeluti profesi ini. Sebelum menjalankan ritual, ki seno selalu melaksanakan sholat wajib terlebih dahulu kemudian diikuti dengan sholat hajat. Ritualpun dimulai. Untuk mengusir hujan ki seno menggunakan media berupa tebu ireng, batu petir dan bunga tujuh rupa. Tebu yang digunakan harus tebu ireng, karena jika tidak maka ritual pun tidak berjalan sukses dan hujan pun akan tetap turun. Sedangkan batu ireng yang digunakan didapatnya sewaktu kecil saat petir terjadi , secara tiba2 batu-batu itu ada di kamarnya. Batu petir tersebut diyakini terdapat kodam (makhluk ghaib yang memberikan kekuatan melalui media batu yang bersifat pasif, tidak memiliki nafsu seksual, tidak bisa menampakkan diri, tidak mengganggu manusia, dan hadir dalam bentuk yang indah dan sopan). Setelah semua persiapan media selesai, Ki Seno membaca wirid dan dzikir kemudian tebu ireng yang telah dibelah menjadi empat bagian pada bagian atasnya ditancapkan dengan tegak pada tanah yang suci. Syarat yang lain adalah pasangan mempelai yang menikah dan menggelar hajatan tidak memunyai dosa zina sebelumnya. Dengan ritual ini ki seno mampu mengusir hujan dengan memindahkan hujan ke tempat lain.

Lain halnya dengan pawang hujan bernama Ekki Setiawan. Dalam ritualnya, beliau tidak menggunakan media seperti yang digunakan Ki Seno. Sebelum menjalankan ritual beliau juga melaksanakan shalat hajat, membaca shalawat, dzikir tiada henti selama pelaksanaan,dan berpuasa 3 hari sebelum hari H. Kemudian dilanjutkan dengan mengamati awan dan arah angin melalui telapak tangan. Gumpalan awan hitam kemudian dipecah di tempat2 seperti gunung dan hutan sehingga hujan yang turun tidak menimbulkan kemudharatan bagi orang lain.

Fenomena ini memang aneh, tapi bagi sebagian orang menganggap bahwa profesi pawang hujan itu tidak penting karena bagi mereka hujan yang terjadi biarkanlah terjadi, tak perlu dicegah ataupun dipindah. Karena itu adalah kuasa Allah atas rahmatnya kepada umat manusia. Syukurilah segala bentuk nikmat Allah yang diberikan kepada kita.

Wallahu alam bi showab.

(ardita)

Kaitkata:

2 Tanggapan to "Hujan kok Dilarang???"

Kita-kita mah biasanya klo hujan ngeluh, klo panas juga ngeluh. Trus kira-kira maunya apa ya? Klo aku mah maunya hujan uang wkwkwkwkwk………………

Kalo hujan uang…nanti orang2 didunia ini ga pada kerja dong…Ga tau yang namanya prihatin,
banting tulang, bokek…dkk
Intinya Dunia jadi ga Asyik…He2xxx
Uang jadi ga ada harganya…Lha wong wis podo sugih,,, lol…^-^

Hidup adalah Perjuangan,,,!!!!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.